MLM OXY






Oxy adalah Obat Demam Berdarah Paling Aman

Jumlah warga Jakarta yang terjangkit DBD hingga 13 Mei 2009 tercatat mencapai 13.673 pasien, dimana 28 orang di antaranya meninggal (Kompas 14 Mei 2009 halaman 26). Dalam artikel di Kompas ini warga diperingatkan untuk mewaspadai DBD ketika hujan semakin jarang dan panas muncul, yang diperkirakan akan terjadi di sekitar akhir Mei 2009.

 

Masyarakat yang anggota keluarganya mengalami gejala panas tinggi yang tidak turun-turun, diminta untuk segera memeriksakannya ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk mengetahui secara pasti penyakit tersebut.

 

Masalahnya, untuk mengetahui bahwa gejala panas tinggi yang dialami tidak turun-turun itu membutuhkan waktu 2 – 3 hari, yang seringkali saat memeriksa kemungkinan terkena DBD, kondisi penderita demam sudah sedikit terlambat. Berarti perlu dilakukan penanganan sedini mungkin bagi setiap penderita demam, yang sifatnya bisa mengatasi penderita apabila pada waktunya didiagnosa positif terkena DBD.

 

Sementara ini yang berkembang di masyarakat sebagai obat DBD, adalah buah jambu biji. Padahal tidak ada bukti bahwa buah jambu biji merupakan obat demam berdarah. Ketua SMF Anak Rumah Sakit Umum (RSU) Mataram Dr dr Hananto Wiryo SpA mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan pendapat bahwa buah jambu biji merupakan obat ampuh untuk menyembuhkan penyakit demam berdarah. Beliau mengatakan: "Anjuran memakan buah jambu biji sebagai obat demam berdarah sangat menyesatkan masyarakat, karena obat untuk demam berdarah belum ada, dan penyembuhannya sangat tergantung kepada kecepatan perawatan." (Media Indonesia Online. Rabu, 17 Maret 2004).

 

Lebih lanjut dikatakan bahwa virus demam berdarah yang ditularkan nyamuk 'Aedes Aegypti' menyerang sel darah merah dalam tubuh, sehingga penyembuhannya hanya dengan menambah sel darah merah yang berkurang di samping perawatan lainnya. Untuk penyembuhannya sangat tergantung pada kecepatan penderita dibawa ke rumah sakit serta ketepatan pihak rumah sakit menolong pasien. "Tidak ada jaminan dengan dibawa ke rumah sakit pasien tersebut sembuh, karena kalau pasiennya sudah parah, artinya terlambat dibawa, maka pihak rumah sakit tidak bisa berbuat banyak," ujarnya.

 

Lalu, apakah tidak ada cara yang aman dan murah untuk mencegahkemungkinan terlambatmendeteksi DBD dalam diri si penderita?

 

Ada satu cara untuk menghindarkan penderita dari kataterlambatdi atas, yaitu dengan memberikannya air Oxy, yaitu air yang telah diaktivasi, atau tepatnyadihidupkanmelaui 7 (tujuh) tahapan proses, termasuk di-ozonisasi dan dimagnitisasi (teknologi M-RET), yang akan memperkuat darah merah untuk melawan virus apa pun yang masuk ke dalam darah. Begitu seseorang terserang flu dan mengalami demam, langsung beri mereka air Oxy sebanyak yang mungkin bisa diminumnya, dan tidak diberi air minum lainnya.

 

Air Oxy, terbukti bisa memperkuat daya tahan tubuh, sehingga penderita flu dan demam biasa bisa sembuh hanya dengan beristirahat secara cukup tanpa harus mengonsumsi obat dokter. Hal ini sudah saya sekeluarga membuktikannya.

 

Saya percaya air Oxy mampu membantu mengatasi DBD, atau sekurangnya akan dapat mengurangi risiko kematian hanya karena dikatakan terlambat dibawa ke rumah sakit.

 

Artikel ini penting bagi masyarakat yang takut berobat atau dirawat di rumah sakit, khususnya yang tidak punya uang untuk berobat.

 

Robert Tampubolon

Jakarta, 14 Mei 2009


SPONSOR ANDA
Username: Tina | Nama : Sehatina Barus

members login

 

 
 

24/7 hours